Ternyata Ada Juga Aturan Tentang Makanan di Pesawat

durian, makanan pesawat, aturan pesawat


Berbicara tentang perjalanan jauh, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya transportasi udara, pesawat. Pesawat, transportasi yang satu ini cukup diminati karena dapat menyingkat waktu tempuh perjalanan.

Kendati demikian, terkadang ada juga destinasi yang memerlukan waktu cukup lama, contohnya ketika Anda memutuskan untuk melakukan perjalanan lintas benua. Jeda waktunya yang lama membuat sebagian orang terdorong untuk membawal bekal makanan.

Namun ternyata, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dibawa ke dalam pesawat. Salah satunya adalah makanan yang memiliki bau menyengat. Makanan ini dilarang karena dapat menganggu kenyamanan penumpang lain.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja jenis makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari saat melakukan perjalanan udara, berikut dikutip dari Okezone :

Memiliki bau menyengat

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa makanan berbau tajam ini menjadi salah satu makanan yang dilarang dibawa ke dalam pesawat. Selain karena kondisi ruangan yang kecil, aroma tak sedap juga dapat menyebar dengan cepat ke seluruh ruangan. Beberapa jenis masakan yang sebaiknya tidak dibawa saat penerbangan berlangsung antara lain, ikan mentah, durian, telur, makanan berbahan bawang, hingga makanan cepat saji.

“Aromanya mungkin tercium menggugah selera di hidung Anda, namun bukan berarti aroma tersebut juga disukai oleh orang lain,” tutur Joyce Foley, salah satu pramugari Hawaiian Air.

Makanan bertekstur basah dan lengket

Meski layanan makanan dan minuman telan disediakan maskapai penerbangan, ternyata masih banyak penumpang yang membawa sendiri bekal makanan dari luar. Terkadang, makanan yang mereka bawa itu cenderung memiliki tekstur basah dan lengket. Makanan ini bisa sangat merepotkan jika tiba-tiba pesawat mengalami turbulensi dan makanan tumpah ke bagian bawah kursi, atau bahkan ke kursi penumpang di sebelahnya.

Makanan yang rumit

Selain makanan beraroma tajam, pihak maskapai biasanya melarang para penumpang untuk membawa makanan yang memerlukan banyak peralatan, seperti sushi. Seperti diketahui, agar cita rasa makanan ini menjadi lebih nikmat dan menggugah selera, sushi harus dicelupkan ke dalam saus. Bayangkan jika Anda harus melakukan hal tersebut saat penerbangan berlangsung, bisa-bisa saus yang Anda telah siapkan tumpah akibat turbulensi. Untuk mengakalinya, Anda bisa membawa makanan praktis dan bisa dibungkus ulang seperti sandwich.


Makanan manis dan asin

Selain menyangkut etika dan portabilitas (kemudahan), studi juga menemukan bahwa lidah manusia tidak dapat merasakan rasa asin dan manis saat berada di ketinggian tertentu, seperti di atas pesawat. Hal ini juga akan mempengaruhi indera perasa Anda saat mencicipi alkohol.

“Anggur akan mengeluarkan rasa yang lebih asam dan berair saat dikonsumsi dalam penerbangan,” ujar Mapuana Faulkner.

Minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung memang tidak dilarang. Tapi sebaiknya Anda tidak membawa minuman alkohol dari luar, karena dikhawatirkan Anda tidak dapat mengontrol seberapa banyak minuman yang telah dikonsumsi. Sebagai alternatif, Anda bisa meminum sedikit alkohol saat berada di bandara, atau juga bisa membelinya langsung dari layanan makanan yang ditawarkan oleh pihak maskapai. Dengan demikian para pramugari bisa memantau asupan alkohol yang dapat Anda konsumsi.

Comments